Ada sebuah petuah klasik, syarat sukses itu ada dua yaitu berusaha dan berdoa. Usaha yang bagaimana? Doa seperti apa? InsyaALLOH akan dibahas pada kesempatan kali ini.
Dimulai dari usaha, usaha didefinisikan sebagai perkalian antara gaya (F) dan perpindahan (s) yang diakibatkannya (lho?), bingung? Sama!! Hehe
. Definisi tersebut bisa diartikan juga sebagai aksi yang kita lakukan sepanjang hidup ini untuk meraih berbagai tujuan. Seseorang yang melakukan suatu usaha pastilah memiliki motivasi tersendiri, dan motivasi timbul karena seseorang telah memiliki tujuan. Jadi, tentukanlah tujuan yang ingin Anda capai. Sebenarnya sejak dari TK kita sudah dididik untuk memiliki tujuan untuk diperjuangkan dengan sungguh sungguh. Sewaktu TK dahulu tentu kita pernah diminta menuliskan atau mengungkapkan cita – cita yang ingin kita capai.
“Anak-anak apa cita-cita kalian?” tanya seorang guru TK.
“Dokter, bu.” jawab salah satu murid dengan semangat, “kalau saya ingin jadi polisi, bu.” sahut murid yang lain.
Meskipun cita-cita dapat berubah seiring berjalannya waktu, namun kita telah mendapat substansi dari ajaran para guru TK tersebut, yakni tentukanlah tujuan (cita-cita), baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, yang ingin diperjuangkan karena tujuan akan memberikan motivasi yang sangat besar demi tercapainya tujuan itu sendiri.
Sebagai manusia yang telah akhil balig tentulah kita dapat memutuskan tujuan apa yang ingin kita capai dan dapat menentukan skala prioritas dalam melakukan tindakan yang berkaitan dengan usaha usaha pencapaian tujuan, contohnya keta menolak ajakan teman untuk menonton film terbaru di bioskop karena tahu kalau besok ada ulangan trigonometri Bu Kartini, dan karena kita ingin belajar supaya dapat nilai yang memuaskan. Skla priorita juga sangat penting untuk mengoptimalkan waktu, sehingga kita dapat bertindak secara efektif dan efisien.
Dari Ibnu Umar RA, “Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari jangan