Setelah dinanti cukup lama, akhirnya acara yang dinanti oleh para mentor datang juga. Sebuah pengecharge rukhiyah serta pemompaan kembali semangat dakwah. Bertempat di rumah ukhti Azmi acara itu diadakan. Acara yang dimulai bada magrib hingga pukul sepuluh pagi itu menghadirkan dua pembicara yang handal dan cukup mampu menarik kembali semangat lama yang mulai kendur seiring berjalannya waktu. Sesi pertama dimulai setelah pukul delapan dengan materi mengenai Menejemen Tarbiyah
Hal terpenting yang ditekankan dalam materi ini, bahwasannya dalam sebuah tarbiyah diperlukan beberapa hal. Hal- hal yang terpenting dari sebuah tarbiyah yakni tujuan tarbiyah itu sendiri, tahapan yang perlu ditempuh untuk menuju ke arah tujuan tersebut, cara untuk mencapainya, serta waktu untuk mencapai targetan tersebut. Tarbiyah yang baik adalah tarbiyah yang tahu tujuan dan cara akan dibawa kemana tarbiyah tersebut. Kesalahan yang ada selama ini adalah tidak adanya tujuan, alur proses, serta cara yang ditempuh untuk memanajemen tarbiyah. Orientasi yang ada hendaknya bukan sekadar mengejar kuantitas namun juga kualitas. Indikator kuantitas dapat dilihat dengan memperhatikan kehadiran para peserta tarbiyah. Apakah absensi sudah cukup banyak tanda tangan ataukah banyak dengan kolom kosongnya?. Sedang dari sisi kualitas dapat dilihat dari syaksiyah islamiyah, syaksiah daiyah, serta syaksiah ijtimaiyah. Orientasi yang perlu dicapai manakala membicarakan masalah kualitas syaksiyah islamiyahtercermin dari bagaimana seorang peserta tarbiyah mampu mengamalkan atau memancarkan kesholehannya sesuai akidah yang berlaku. Sedang daiyah dengan membentuk karakter daiyah kepada para peserta dengan diorientasikan dari bagaimana peserta mampu menebarkan kesholehannya, tergugah hatinya untuk berdakwah. Sedangkan orientasi ijtimaiyah dapat dilihat dari kepribadiannya berjama’ah. Sehingga, manakala orientasi ini telah tercapai, ia tak hanya sekadar menjadi pemain tunggal, namun juga mampu bersosialisasi dengan masyarakat luas.
