<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KSAI Al Uswah &#187; Artikel Pilihan</title>
	<atom:link href="http://www.ksai-aluswah.org/category/artikel-pilihan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ksai-aluswah.org</link>
	<description>Beramal Ilmiah, Berilmu Amaliyah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jun 2011 04:03:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Outbound Training &#8220;Merajut Kebersamaan Menegakkan Keteladanan&#8221;</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/outbound-training-merajut-kebersamaan-menegakkan-keteladanan.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/outbound-training-merajut-kebersamaan-menegakkan-keteladanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 04:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Matin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan KSAI Al Uswah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Tim Cemara &#8211; (Kamis, 3 Februari 2011) Dalam rangka mempersiapkan adik &#8211; adik panitia gabungan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tim Cemara &#8211; (Kamis, 3 Februari 2011) Dalam rangka mempersiapkan adik &#8211; adik panitia gabungan TT-GVT-PTB dalam melaksanakan tugasnya, Tim Cemara KSAI Al &#8211; Uswah bersama rekan &#8211; rekan KSAI lainnya telah melaksanakan Outbound Training &#8220;Merajut Kebersamaan Menegakkan Keteladanan&#8221; yang diselenggarakan bersama panitia inti TT-GVT-PTB. </p>
<p>Outbound tersebut diikuti oleh adik &#8211; adik kita dari SMAN 1 Yogyakarta selama seharian penuh. Kegiatan yang berlangsung di Dangau Hasanah, Gamping Lor, Sleman tersebut berjalan dengan ramai dan penuh antusias. &#8220;Alhamdulillah, esensi dari setiap sesi benar &#8211; benar tersampaikan, semoga sukses selalu Dangau Hasanah. Amin, insyaallah.&#8221;, berikut komentar Arya, salah satu peserta Outbound yang saat ini tengah duduk di bangku kelas XI. </p>
<p>Ada sekitar 7 pos yang harus dilalui oleh setiap peserta, mulai dari pos senam, dragon ball, pipe line, tangkap ikan, hingga pos terakhir yang paling mendebarkan. &#8220;Pos yang seru itu di Pos 7. Adik &#8211; adik disuruh manjat  semacam bendungan, njuk plorotan dari atas. Tapi paling seru pos kincir ayun, nganti ana sing nangis (sampai ada yang menangis -red). Bianglala manual tanpa ada pengaman, itu yang bikin tegang. Biasane nek wes diubengke ngono njuk bengok-bengok misuh-misuh (biasanya kalau sudah diputar terus pada teriak-teriak mengumpat -red). Disini Outbound syariah, seharusnya kalau dalam keadaan takut seperti itu, teriaknya MASYA ALLAH, ASTAGHFIRULLAH, ALLAHUAKBAR!&#8221;, cerita Rhama yang merupakan salah seorang anggota Tim Cemara KSAI Al-Uswah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, Subhanallah, semoga bermanfaat dan pastinya akan bermanfaat.&#8221;, komentar Luthfi Al-Fikri, salah seorang peserta Outbound. Semoga Outbound ini dapat merajut kebersamaan kita sebagai bagian dari Teladan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/outbound-training-merajut-kebersamaan-menegakkan-keteladanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tapak Upgrading Mentoring: Menejemen Tarbiyah</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/sekilas-tapak-upgrading-mentoring-menejemen-tarbiyah.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/sekilas-tapak-upgrading-mentoring-menejemen-tarbiyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 04:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kunthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan KSAI Al Uswah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dinanti cukup lama, akhirnya acara yang dinanti oleh para mentor datang juga. Sebuah pengecharge...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dinanti cukup lama, akhirnya acara yang dinanti oleh para mentor datang juga. Sebuah pengecharge rukhiyah serta pemompaan kembali semangat dakwah. Bertempat di rumah ukhti Azmi acara itu diadakan. Acara yang dimulai bada magrib hingga pukul sepuluh pagi itu menghadirkan dua pembicara yang handal dan cukup mampu menarik kembali semangat lama yang mulai kendur seiring berjalannya waktu. Sesi pertama dimulai setelah pukul delapan dengan materi mengenai Menejemen Tarbiyah</p>
<p>Hal terpenting yang ditekankan dalam materi ini, bahwasannya dalam sebuah tarbiyah diperlukan beberapa hal. Hal- hal yang terpenting dari sebuah tarbiyah yakni tujuan tarbiyah itu sendiri, tahapan yang perlu ditempuh untuk menuju ke arah tujuan tersebut, cara untuk mencapainya, serta waktu untuk mencapai targetan tersebut. Tarbiyah yang baik adalah tarbiyah yang tahu tujuan dan cara akan dibawa kemana tarbiyah tersebut. Kesalahan yang ada selama ini adalah tidak adanya tujuan, alur proses, serta cara yang ditempuh untuk memanajemen tarbiyah.  Orientasi yang ada hendaknya bukan sekadar mengejar kuantitas namun juga kualitas. Indikator kuantitas dapat dilihat dengan memperhatikan kehadiran para peserta tarbiyah. Apakah absensi sudah cukup banyak tanda tangan ataukah banyak dengan kolom kosongnya?. Sedang dari sisi kualitas dapat dilihat dari syaksiyah islamiyah, syaksiah daiyah, serta syaksiah ijtimaiyah. Orientasi yang perlu dicapai manakala membicarakan masalah kualitas syaksiyah islamiyahtercermin dari bagaimana seorang peserta tarbiyah mampu mengamalkan atau memancarkan kesholehannya sesuai akidah yang berlaku. Sedang daiyah dengan membentuk karakter daiyah kepada para peserta dengan diorientasikan dari bagaimana peserta mampu menebarkan kesholehannya, tergugah hatinya untuk berdakwah. Sedangkan orientasi ijtimaiyah dapat dilihat dari kepribadiannya berjama&#8217;ah. Sehingga, manakala orientasi ini telah tercapai, ia tak hanya sekadar menjadi pemain tunggal, namun juga mampu bersosialisasi dengan masyarakat luas.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-127" href="http://www.ksai-aluswah.org/sekilas-tapak-upgrading-mentoring-menejemen-tarbiyah.html/welcome-scan-2"><img class="alignnone size-medium wp-image-127" title="Welcome Scan" src="http://www.ksai-aluswah.org/wp-content/uploads/2011/02/Welcome-Scan1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/sekilas-tapak-upgrading-mentoring-menejemen-tarbiyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refresh&#8230;</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/refresh.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/refresh.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 04:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PengelanaLangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan KSAI Al Uswah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Treet&#8230;treeet&#8230;treeet hp saya bergetar-getar (ya iyalah, masak bergoyang-goyang). tanda ada sms masuk. Batin saya sih...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><a rel="attachment wp-att-117" href="http://www.ksai-aluswah.org/refresh.html/jk"><img class="size-medium wp-image-117 alignright" title="la nostra felicitad" src="http://www.ksai-aluswah.org/wp-content/uploads/2011/02/jk-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Treet&#8230;treeet&#8230;treeet</p>
<p style="text-align: left;">hp saya bergetar-getar (ya iyalah, masak bergoyang-goyang). tanda ada sms masuk. Batin saya sih nyebut, abis ngagetin si (annoyed)</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;KSAI present: Pukat goes To Sundak..bla&#8230;bla&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Oh, tawaran wisata to.</p>
<p style="text-align: left;">segera saya balas itu sms</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;okok, aq ikut&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">nah, begitulah muasal foto mengenaskan di atas (goodluck). Sekumpulan anak-anak tidak berdosa di jemur di atas tebing (lol). beberapa siap buat diterjunkan atau menerjunkan diri (nggak ding he3x)</p>
<p style="text-align: left;">tentu acara ini amat menyenangkan. acara teramat khusus yang dibuat untuk kami, yang waktu itu masih duduk manis di bangku kelas 3 SMA. terlebih ini diadakan sebelum UAN dilangsungkan, sekitar awal atau pertengahan bulan Februari. trully amazing memorise there <img src='http://www.ksai-aluswah.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) terlepas dari betapa tersiksanya saya begitu pulang ke rumah (bayangin aja, itu jam 12 siang kita di atas tebing!!!)</p>
<p style="text-align: left;">banyak kejadian menarik waktu itu. baik itu ketika berangkat (saya kudu nunggu 30 menit (annoyed)), dalam perjalanan (alhamdulillah sih lancar) bahkan begitu sampai di lokasi (kita ganti lokasi, tadinya di sundak pindah ke siung, bayar retribusi dua kali deh)</p>
<p style="text-align: left;">tapi&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">it&#8217;s trully something that I will call</p>
<p style="text-align: left;">~La Nostra Felicita~ (cozy)</p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/refresh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>wasiat rasulullah</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/wasiat-rasulullah.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/wasiat-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 03:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kunthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:</p>
<ol>
<li>Ya      Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya,      Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum,      melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.</li>
<li>Ya      Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk      suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka      tujuh tabir pemisah.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu      menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala      baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan      memberi pakaian seribu orang yang telanjang.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan      Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.</li>
<li>Ya      Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah      keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu,      maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan      suami adalah kemurkaan Allah.</li>
<li>Ya      Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan      baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta      melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan,      Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan      Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya      seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika      melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur      akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan      Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang      melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan      baginya hingga hari kiamat.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan      rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta      memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau,      dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan      Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah      memandangnya dengan pandangan penuh kasih.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan      rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit      menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni      dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya,      meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan      Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan      dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta      kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya      bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan      selamat.</li>
</ol>
<p>Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia<br />
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/wasiat-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>putri bulan, raja bumi, dan pengelana langit</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/putri-bulan-raja-bumi-dan-pengelana-langit.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/putri-bulan-raja-bumi-dan-pengelana-langit.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 03:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PengelanaLangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Nagari, sebuah kota teramat megahnya. Dipimpin kekaisaran Rah Man Kho yang amat bijaksana. Rakyatnya sejahtera,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_90" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.ksai-aluswah.org/add-new-post.html/attachment/0"><img class="size-medium wp-image-90" title="Metamorfosis" src="http://www.ksai-aluswah.org/wp-content/uploads/2011/02/0-300x123.jpg" alt="" width="300" height="123" /></a><p class="wp-caption-text">cover buku tahunan</p></div>
<p>Nagari, sebuah kota teramat megahnya. Dipimpin kekaisaran Rah Man Kho yang amat bijaksana. Rakyatnya sejahtera, hormat tanpa kepatuhan buta pada pemimpin dan wakil mereka di Dewan Kota. Sebuah kota dengan begitu banyak kebaikan, eksotika kekeluargaan, dan keramahan bernama perdamaian. Setiap jengkal dari kota ini adalah kebahagian bernama rasa syukur. Setiap sudutnya ramah mengucapkan salam perdamaian. Sebuah kota yang mampu mengharmonikan berjuta perbedaan tanpa perlu meleburkannya menjadi satu persamaan. Luar biasa.</p>
<p>Maka tak heran jika dalam sebuah sekolah dapat ditemui seorang putri Mayor Kota dan seorang jagoan pasar tengah keukuh mengajak seorang pengelana cilik yang pendiam untuk bercerita. Bercerita tentang perjalanannya, bercerita tentang hidupnya. Yang satu membujuk-bujuk dengan lembutnya, yang satunya lagi tampak kesal dan marah-marah dengan bahasa teramat anehnya, sisanya hanya menunduk diam. Lucu sekali melihat tingkah ketiganya.</p>
<blockquote><p>“ayolah, cerita. Kau pasti sudah mengunjungi banyak tempat kan?ayo lah, sebentar saja.”</p></blockquote>
<p>Si pengelana hanya diam. Anak perempuan itu tak menyerah, terus membujuk, terus berusaha mengajak si pengelana bicara. Temannya hanya memandang saja, bete.</p>
<blockquote><p>“tch. Oi, kau bisa bicara atau tidak??” tanya pemuda kekar itu, ketus, aksen pasarnya keluar.</p>
<p>“hush, Kosha. Jangan kasar gitu!”</p>
<p>“tapi Tanya, anak ini bahkan belum bicara sejak memasuki gerbang kota. Bahkan menyebutkan namanya saja tidak. Siapa tahu dia bisu betulan kan?”</p></blockquote>
<p>Tanya hanya melambaikan tangan, menyuruh Kosha diam, hendak melanjutkan kegiatannya tadi.</p>
<p>“nama..” belum usai Tanya bicara, dari luar terdengar tiga kali sudah lonceng sekolah dibunyikan. Waktunya pulang. Tanya mendengus kecewa.</p>
<p>Si pengelana diam saja. Berdiri, kemudian beranjak mengemasi barang-barangnya. Buku catatan yang sedari tadi dipegangnya ia masukkan begitu saja. Begitupun semua pensil dan alat tulis lainnya. Semua masuk ke dalam tas hitam bututnya. Tanpa bicara ia melangkah pergi. Meninggalkan Tanya dan Kosha termanggu memandangi punggungnya.</p>
<p>Kosha hampir-hampir menimpuk anak berbadan kurus itu dengan sepatunya kalau saja Tanya tidak melotot melarangnya. <em>Mengesalkan sekali sikap anak baru itu</em> batinnya keki.</p>
<p>Esok pun datang begitu saja. Tanya masih begitu semangat mengajak anak itu bicara bahkan membacakan cerita-cerita, buku-buku, menanyakan pendapatnya, mengajaknya bermain balok-balok kayu, menyanyikan lagu, apa saja. Menanyainya apakah pernah mengunjungi tempat ini, tempat itu. Apakah ada tempat seperti ini, seperti itu. Begitu terus setiap hari.</p>
<p>Kosha pun tak kalah semangatnya, semangat berusaha menyeret Tanya pergi. Berusaha menyadarkan Tanya bahwa usahanya sia-sia. Berusaha membuatnya mengerti bahwa anak yang diajaknya bicara itu punya kelainan. Sesekali ia mengarang-ngarang cerita, sekedar untuk menarik perhatian Tanya atau membuat anak itu bicara tanpa sengaja. Begitu terus setiap hari.</p>
<p>Tapi anak baru itu masih juga keukuh diam. Ngotot untuk tetap membisu. Bertahan untuk tetap mengunci mulutnya. Setiap hari ia ke sekolah, duduk di kursinya, diam terus selama pelajaran, tetap diam meski ditanyai guru. Jika waktu istirahat datang, ia memilih tetap mendakam di tempat duduknya di pojokan kelas. Menunduk di sana hingga pelajaran dimulai lagi atau sekolah telah usai. Begitu terus setiap hari.</p>
<p>Tanya begitu keras kepala, begitu pun anak baru itu. Satu ngotot mengajak bicara, yang satunya bersikeras untuk diam. Akhirnya hanya Kosha yang pasrah, mengalah, memilih duduk saja menonton Tanya terus berusaha, sesekali ia nyletuk ringan, berkomentar sarkartis, mengejek, mencemooh, berharap anak baru itu cukup marah untuk berteriak. Setidaknya ia bicara, begitu alasannya setiap kali Tanya melotot menyuruhnya berhenti mengejek anak baru itu. Semua itu berlangsung berhari-hari, terus seperti itu. Tanya tak menyerah, anak baru itu tak mau kalah, Kosha pasrah. Begitu terus.</p>
<p>Hari itu, hari teramat istimewa bagi Tanya. Hari ulang tahunnya yang ke-10 . Hari pertama musim semi, amat istimewa. Tanya selalu suka hari itu. Tanya selalu percaya bahwa ia lahir bersamaan dengan mekarnya setiap bunga di Padang Bunga Perdamaian, sebuah taman bunga yang teramat indah di pinggir kota dekat dengan Hutan Kabut. Tanya selalu percaya cerita almarhumah neneknya bahwa dunia menjadi lebih cerah dengan kelahirannya, langit terlihat lebih biru, udara terasa lebih segar, semerbak bunga di mana-mana, keceriaan bermekaran di sana-sini, kota menjadi lebih semarak karenanya, itulah makna hari kelahiran bagi Tanya. Dan dia pun selalu menceritakan cerita neneknya itu pada siapa saja, setiap ada kesempatan, setiap ada orang baru yang ditemuinya, selalu begitu setiap tahunnya.</p>
<p>Anak baru itu pun tak luput dari cerita keramat Tanya itu. Begitu semangatnya Tanya bercerita, tak perduli didengarkan atau tidak, tak perduli sama sekali yang diajaknya bicara hanya menunduk saja. Tania begitu bersemangat menceritakan cerita almarhumah neneknya, begitu senang dengan setiap hal di hari ini. Ia memuji habis-habisan baju baru temannya, bilang betapa lezatnya susu sapi waktu sarapannya tadi pagi, cerita betapa hebatnya tukang kebun sekolah membersihkan sisa-sisa salju, ular pohon yang sempat membuat keributan tadi ia bilang keren, bu guru kedisiplinan yang galak dan bertampang judes ia beri bunga Froslili (bunga eksotis khas musim dingin di kota ini), muka Kosha yang belepotan kuah daging waktu makan siang ia sebut tampan, Kosha hanya menepuk dahinya mendengar cerita Tanya itu. Dan masih dengan wajah bahagia seperti biasanya, ia memberi anak baru itu sepucuk surat. Surat undangan ke pestanya di Padang Bunga Perdamaian. Dewan kota telah setuju,bukan karena ini ulang tahun ke-10 putri Raja mereka, lebih karena setiap penduduk kota ini sendiri  yang meminta hal yang sama. Mengadakan acara khusus dalam Festival Musim Semi tahun ini. Sebuah pesta di padang bunga untuk seorang anak perempuan yang amat dicintai dan mencintai setiap penduduk kota mereka.</p>
<blockquote><p>“datanglah, tidak, kau harus datang, setiap penduduk kota ini harus datang ke Padang Bunga Perdamaian nanti sore. Atau aku akan menyeret mu ke sana.”</p></blockquote>
<p>Tanya memaksa anak baru itu menerima undangannya. Anak baru itu bersitatap dengan Kosha, yang ditatap cuma nyengir melihat Tanya bisa galak untuk urusan satu ini.</p>
<p>Anak itu memandangi undangan di tangannya. Tampak kaget demi disadarinya ada nama di kertas undangan itu.</p>
<blockquote><p>“oh ya, karena kau tak mau bilang siapa nama mu, maka aku membuatkan nama untuk mu. Mulai saat ini, sampai kau mau mengatakan namamu, kau akan aku panggil Shuienta, hutan yang tenang.”</p></blockquote>
<p>riang sekali Tanya mengabarkan hal itu. Bergegas ia berlari pulang sambil berteriak bahwa di pesta nanti semua akan diberitahu perihal nama si anak baru itu.</p>
<p>Anak itu terpaku. Melongo memandangi kertas warna-warni di tangannya. memandangi nama yang diberikan putri kota ini untuknya. Kosha terkekeh mendapati ekspresi heran sekaligus takjub di wajah anak baru itu. Ditepuknya pundak anak baru itu ramah</p>
<p>“heran? Dia memang seperti itu. Tak perduli sebanyak apa pun ornag di sini, anak itu selalu bisa mengenal setiap orang di kota ini. Selalu hafal nama-nama mereka, hari ulang tahunnya, apa pun yang pernah ia tanya kan pada mereka. Itu lah putri kota ini.” Kosha beranjak pergi, berhenti sejenak di ambang pintu, berbalik menghadap ke anak baru itu.</p>
<p>“tak usah terpaku begitu, segeralah pulang dan mandi. Tuan putri satu itu serius sekali tentang ancamannya tadi, dia betulan akan menyeret mu datang ke pestanya kalu kau nekat tidak datang. Aku duluan ya, senang bisa mengenal mu, eh Shuienta? Ha3x” Kosha beranjak pergi meninggalkan Shuienta yang masih termanggu.</p>
<p>bersambung&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/putri-bulan-raja-bumi-dan-pengelana-langit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mubarak Mundur, Timur Tengah &#8230;&#8230;</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/mubarak-mundur-timur-tengah-suka-cita.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/mubarak-mundur-timur-tengah-suka-cita.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 02:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[Mubarak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai Presiden Mesir tidak hanya disambut sukacita para demonstran...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>VIVAnews</strong> &#8211; Pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai  Presiden Mesir tidak hanya disambut sukacita para demonstran di Kairo  dan beberapa kota di Mesir. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah lain  juga menyambut lengsernya Mubarak dengan turun kejalan dan memasang  kembang api tanda turut bergembira.</p>
<p>Seperti dilansir dari laman <em>Associated Press</em>,  Jumat, 11 Februari 2011, di Israel, pemerintahnya mengamati dengan  seksama perkembangan di Mesir. Salah seorang mantan menteri di  pemerintahan Mesir mengatakan bahwa Mubarak telah melakukan langkah yang  benar.</p>
<p>&#8220;Warga menang. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, keputusannya  sangat benar,&#8221; ujar mantan Menteri Pertahanan Mesir, Benjamin  Ben-Eliezer, yang terkenal dekat dengan Mubarak.</p>
<p>Di Beirut, warga  memadati jalan-jalan dan memasang kembang api tanda sukacita. Di  beberapa tempat di Lebanon Selatan dan Beirut Selatan terdengar suara  tembakan ke udara, sebuah tanda kegembiraan bagi para militan Syiah.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pembawa acara <em>TV Al-Manar</em>,  Amr Nassef, yang pernah ditahan pemerintah Mesir karena diduga terlibat  jaringan militan Islam, tidak mampu menahan tangis. &#8220;Allahu Akbar!  Firaun telah mati. Apakah saya mimpi? Mudah-mudahan bukan mimpi,&#8221; ujar  Nassef.</p>
<p>Di Jalur Gaza, ribuan orang yang kebanyakan adalah  anggota Hamas turun kejalan bersukacita. Mereka menembakkan peluru ke  udara dan para wanita terlihat membagikan permen-permen di jalan.</p>
<p>&#8220;Allah memberkati Mesir. Ini adalah hari yang menggembirakan dan  Allah berkehendak semua pemimpin korup di dunia ini jatuh,&#8221; ujar salah  satu warga, Radwa Abu Ali (55).</p>
<p>Mesir bersama dengan Israel,  telah menerapkan blokade atas wilayah Gaza sejak Hamas berkuasa tahun  2007. Rakyat Mesir berharap dengan pemerintahan yang baru nantinya  blokade dapat diangkat dan memungkinkan kebutuhan warga masuk ke daerah  tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini adalah kemenangan dari seluruh rakyat dan akan  menjadi titik balik untuk masa depan di kawasan,&#8221; ujar juru bicara  Hamas, Fawzi Barhoum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/mubarak-mundur-timur-tengah-suka-cita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yakinlah! Yakinlah Kepada-Nya</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/yakinlah-yakinlah-kepada-nya.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/yakinlah-yakinlah-kepada-nya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 21:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Kunci tauhid itu satu: YAKIN. YAKIN bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa terhadap apa yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Kunci tauhid itu satu: <strong>YAKIN</strong>.<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa terhadap apa yang terjadi di dunia ini<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, itu semua dikehendaki oleh Allah<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa Allah menghendaki kebaikan dan keburukan yang menimpa diri kita dengan suatu tujuan<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa dalam setiap kejadian yang menimpa kita, itulah keputusan terbaik dari-NYA setelah ikhtiar terbaik yang kita lakukan<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa doa maupun jeritan hati kita didengar oleh Allah karena DIA begitu dekat<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa doa adalah senjata ampuh kaum mukmin</p>
<p style="text-align: center;">Setelah mengikuti acara UI Bertauhid yang diisi oleh KH. Abdullah  Gymnastiar (Aa Gym) sebagai kontemplasi akhir tahun Masehi, yang  diadakan pada Selasa, 28 Desember 2010, di Masjid Ukhuwah Islamiyah,  Universitas Indonesia, Depok, aku menjadi semakin yakin bahwa memang  keyakinan terhadap Rabb itulah yang membuat hidup seseorang menjadi  tenang. Jika mendapatkan ujian kesulitan, bersabarlah sedangkan jika  mendapatkan ujian kenikmatan maka bersyukurlah. Ya! Memang seharusnya  dua hal itulah yang dilakukan kaum mukmin dalam menjalani roda kehidupan  ini: bersabar dan bersyukur. Apapun yang terjadi pada diri kita, semua  itu dikehendaki oleh Allah. So, jangan pernah takut menjalani hidup, ada  Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Mintalah padaNYA niscaya DIA akan  mendengarkan segala pinta.</p>
<p style="text-align: center;">Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:  ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi Dan sesungguhnya  Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah  mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui  orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2-3)</p>
<p style="text-align: center;">Sejatinya, hidup ini adalah sebuah perjalanan dari satu ujian menuju  ujian berikutnya. Entah itu berupa ujian kesulitan maupun ujian  kenikmatan. Setiap kita yang mengaku beriman tidak akan dibiarkan begitu  saja, masing-masing diri kita akan diuji sesuai kadarnya masing-masing,  bahkan Allah akan menguji di titik terlemah kita. Ujian itulah yang  akan membuktikan keimanan kita, apakah kita benar-benar beriman atau  hanya mengaku beriman padahal ternyata keimanan kita hanyalah dusta.</p>
<p style="text-align: center;">Selepas dari kajian Aa Gym ini, aku langsung mendapatkan ujian berkaitan dengan keyakinan pada Allah.</p>
<p style="text-align: center;">Di suatu siang, di sebuah auditorium FIB UI, ketika aku sedang berada  di acara yang menghadirkan mbak Asma Nadia sebagai pembicara, di  tengah-tengah asyik memperhatikan isi acara tentang dunia kepenulisan  dan perfilman, ada sms datang di layar HPku:</p>
<p style="text-align: center;"><em>”Lhin, bahan-bahan qta di lemari lab ga ada</em><em>..</em><em> cuma tertinggal benzil klorida. Semuanya udah pd dibuangin ke bak sampah..”</em></p>
<p style="text-align: center;">Segera kubalas: <em>”ya ampuunn.. itu kan ada ionic liquids yang  harganya mahal banget.. aduuuhh,, gmana ini?? Kamu tlg cari2 dulu di bak  sampahnya ya..”</em><em><br />
</em><br />
<em>”Udah aku cari-cari n obrak abrik tong sampah akhir,, tapi gak ketemu Lhin..aku udh mau pingsan niih rasanya..”</em><em><br />
</em><br />
Aku langsung teringat bahan berhargaku, bahan penelitian yang begitu  butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Ionic liquids [BMIM] PF6 yang  bernilai 3.5 juta rupiah hanya untuk 5 gram, yang harus didapatkan dari  Singapura, yang harus menunggu waktu yang lama dalam pemesanannya. Ya  Allah! Padahal penelitianku sudah usai dan tinggal menunggu sidang,  kenapa masih ada masalah dengan bahan berhargaku itu??</p>
<p style="text-align: center;">Hatiku dag dig dug dan segera aku tinggalkan auditorium FIB UI untuk  menuju gedung Departemen Kimia UI. Ya! Segera kutinggalkan acara yang  sangat menarik itu demi bahan penelitianku yang berharga. Bukan hanya  masalah harga yang selangit dari bahan penelitian itu yang membuat  hatiku dag dig dug. Ini masalah amanah yang aku emban, amanah untuk  menjaga bahan penelitianku yang sangat berharga, yang diberikan oleh  dosen pembimbingku. Tak terbayang akan kecewa dan marah besarnya sang  dosen pembimbing yang telah mendanai penelitianku jika memang ionic  liquids itu benar-benar sudah terbuang ke dalam bak sampah dan hilang  begitu saja, padahal aku masih harus menyelesaikan riset ini setelah  lulus nanti. Tak terbayang, hubungan yang selama ini sudah terjaga  keharmonisannya dengan dosen pembimbingku harus hancur berantakan ketika  mengetahui ionic liquids itu sudah dibuang ke bak sampah akhir di  gedung Kimia dan tidak bisa ditemukan atau bahkan sudah pecah dan isinya  tercampur dengan sampah-sampah. Tak terbayang jika aku harus mengganti  ionic liquids itu yang berharga 3.5 juta-an yang mungkin hanya bisa  ditutupi dengan honor mengajarku beberapa bulan lamanya.</p>
<p style="text-align: center;">Sepanjang perjalanan menuju Departemen Kimia UI, pikiranku dipenuhi  berbagai hal yang berkecamuk. Mulai dari membayangkan jika benar-benar  tidak ditemukan ionic liquids itu, bagaimana reaksi sang dosen  pembimbing ketika mengetahuinya, bagaimana aku harus mengganti dan  memesan ionic liquids itu kembali, sampai menyalahkan diriku sendiri  yang seharusnya mengembalikan segera ionic liquids itu ke dosen  pembimbingku bahkan sempat terlintas pikiran yang menyalahkan temanku  yang menghilangkan kunci lemari labku.</p>
<p style="text-align: center;">Astaghfirullahaladzim. Diri ini mencoba beristighfar berkali-kali,  membentengi semua pikiran yang berkecamuk, mencoba berusaha untuk tetap  tenang. Segera kumasukkan pikiran-pikiran positif: Lhin, semua yang  terjadi pada diri kita, itu pasti dikehendaki Allah. Kejadian seperti  inipun Allah yang kehendaki, pasti ada sesuatu yang harus kamu ambil  hikmahnya dari kejadian ini. Kalau toh pun ionic liquids itu masih  jodohmu insya Allah dia akan ketemu, kalaupun dia memang benar-benar  hilang atau pecah, ya tentunya memang itulah yang dikehendaki Allah.  Masalah uang untuk menggantinya, yakinlah Allah yang akan bukakan jalan.  Allah yang menghendaki semua ini, Allah juga yang pasti akan  menunjukkan jalan keluarnya. Masalah dengan dosen pembimbingmu, beritahu  beliau dan selesaikan urusan ini setelah sidang agar <em>mood</em>nya  baik-baik saja ketika sidang nanti dan katakan kamu yang akan  bertanggung jawab penuh untuk menggantinya dengan memesan kembali ionic  liquids itu. Tenang, tenang, yakinlah, yakinlah, yakinlah padaNYA! Semua  akan baik-baik saja..</p>
<p style="text-align: center;">Benar saja, setelah menumbuhkan pikiran-pikiran positif, diri ini pun  kembali tenang. Entah kenapa ada jeritan dalam hati ini, ada keyakinan  dalam hati: insya Allah ionic liquids itu masih ada dalam bak sampah  akhir itu dan masih baik-baik saja.. Ya Allah, temukanlah, kumohon..</p>
<p style="text-align: center;">Aku pun sampai di gedung Departemen Kimia UI dan langsung menemui  bapak yang bertugas membersihkan lab dan tentunya pula yang membuang  ionic liquidsku ke dalam bak sampah. Pak Kiri biasa kami memanggilnya.  Aku segera meminta tolong padanya untuk ditunjukkan bak sampah dimana  beliau membuang semua bahan-bahan kimia dari lab kimia; akan kumasuki  bak sampah itu, akan kukais-kais supaya ionic liquidsku ketemu dan  mungkin memang itulah ikhtiar terbaik yang harus dilakukan. Beliau pun  menunjukkan dan membantu mengorek-ngorek bak sampah tanpa harus kami  memasuki bak sampah itu, cukup mengaisnya menggunakan batang kayu yang  cukup panjang.</p>
<p style="text-align: center;">Dikais-kais beberapa lama tak juga ketemu, bahkan bau sampah pun  sudah tak tercium lagi di hidungku, mataku terus memperhatikan setiap  sampah botol-botol bahan kimia bercampur belatung yang menggeliat ke  sana kemari di atas dedaunan. Dalam pencarian itu, hatiku terus berdoa:  “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami ya Rabb.. kumohon. Jangan kau  butakan mata kami untuk tidak dapat melihatnya. Ya Allah, kumohon  temukanlah mata kami dengan botol keci coklat bertutup merah itu.. ” ,  jeritku dalam hati berulang-ulang sambil membayangkan botol kecil  berwarna coklat dengan tutup merah yang masih utuh ketika aku  menemukannya nanti.</p>
<p style="text-align: center;">Tak berapa lama kemudian, Pak Kiri berteriak: “Yang ini bukan??”<br />
”Iya Pak! <em>Bener</em> Pak! Yang itu! Yang itu! Alhamdulillah..”, sahutku.</p>
<p style="text-align: center;">Namun kami agak kesulitan untuk mengambilnya karena bak sampah cukup  tinggi juga, kira-kira seleherku. Alhamdulillah, saat itu, di sana ada  ibu-ibu pemulung. Sungguh, memang Allah lah yang mempertemukan kami di  lokasi bak sampah itu. Akhirnya kami meminta tolong padanya untuk  mengambilkan botol kecil yang kami cari ke dalam bak sampah itu. Sang  ibu pemulung yang memang sudah terbiasa di tempat seperti itu, segera  memasuki bak sampah dan mengambil botol ionic liquidsku dan  memberikannya kepada Pak Kiri, dan Pak Kiri-lah yang memberikannya  kepadaku.</p>
<p style="text-align: center;">Ketika akhirnya botol kecil itu berada dalam genggamanku..</p>
<p style="text-align: center;">”Alhamdulillah.. <em>makasih</em> ya Buuuu.. <em>makasih</em> ya Pak..”</p>
<p style="text-align: center;">Seketika itu pula ketika ucapan itu keluar dari bibirku, airmataku  tumpah dan menderas. Ingin rasanya sujud syukur saat itu juga, tapi  lokasinya tak memungkinkan. Temanku pun datang, kami berpelukan sambil  menangis; sebuah tangisan haru. Tangisan yang menunjukkan betapa tidak  berdayanya kami kecuali tanpa pertolongan dari-NYA. Laa hawla walaa  quwwata illabillah..</p>
<p style="text-align: center;">Sambil berpelukan, di lokasi bak sampah itu aku hanya bisa  membayangkan aku benar-benar sedang bersujud syukur. Dan temanku pun  akhirnya mengajakku ke gedung kimia untuk sujud syukur di sana. Aku  bergegas menuju mushalla kimia, kutundukkan diri ini, sujud ke  hadapanNYA, dan menangis sejadi-jadinya; ”Ya Allah, Engkau sungguh baik  padaku, tapi apa yang selama ini sudah kulakukan dalam ibadah-ibadahku  padaMU?? Sering aku lalai dalam mengingatmu duhai Rabb..”</p>
<p style="text-align: center;">Sungguh, kontemplasi akhir tahun yang sungguh nikmat bagiku dengan  hal seperti ini. Ya! Sepertinya Allah memang ingin menunjukkan hal ini,  menunjukkan Kuasa-NYA, dan Allah memberikan cara terbaikNYA untuk  menegurku.</p>
<p style="text-align: center;">Semoga sepenggal kisahku ini bisa diambil hikmahnya bahwa kita  bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa. Pada dasarnya kita hanyalah  manusia biasa yang tidak berkuasa sedikitpun atas kejadian yang menimpa  diri kita. Hanya Allah yang berkuasa atas segalanya maka <strong>Yakinlah!  Yakinlah padaNYA!</strong> Ketika keyakinan itu tumbuh dalam hatimu, insya Allah  hidup kita pun akan tenang. Kita takkan pernah takut seberat apapun  ujian kesulitan hidup karena kita <strong>YAKIN</strong> bahwa Allah yang memberikan  ujian kesulitan itu.. Allah pula yang akan menunjukkan jalan keluarnya.  Kita tidak akan pernah sombong sebesar apapun ujian kenikmatan karena  kita <strong>YAKIN</strong> bahwa kenikmatan yang kita dapatkan itu semata-mata hanya  dari Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/yakinlah-yakinlah-kepada-nya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upgrading Mentor: Ruh Baru, Semangat Baru</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/upgrading-mentor-februari-2011.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/upgrading-mentor-februari-2011.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 21:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan KSAI Al Uswah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentoring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Upgrading mentor, ruh baru semangat baru. Kata yang pantas untuk menggambarkan momen sehari bersama para...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Upgrading mentor, ruh baru semangat baru. Kata yang pantas untuk menggambarkan momen sehari bersama para mentor. </strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Integer adipiscing, erat in cursus aliquam, nunc metus mattis ante, vel auctor diam turpis eget arcu. Ut justo sem, luctus non lacinia at, vestibulum in tortor. Integer a auctor velit. Vivamus eu est cursus risus bibendum euismod sed ut nisl. Aliquam erat volutpat. Etiam imperdiet dapibus metus, id vehicula nulla commodo hendrerit!</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>In ac massa ut nisl gravida sodales nec id elit. Morbi commodo mollis luctus. Duis condimentum nibh facilisis nisi malesuada posuere. Mauris sed lacus ut risus tempus sodales sit amet ut est. Nullam rhoncus, risus vitae rhoncus lobortis, urna mauris tristique orci, nec laoreet libero magna eget tellus?</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Quisque nec velit ligula, eu aliquet sem. Quisque orci justo, pretium ut euismod quis; vulputate vitae diam. Aenean venenatis placerat placerat. Vivamus a ante vitae magna dapibus consequat quis id lorem. Etiam hendrerit laoreet dolor, quis molestie leo sodales ac. Nullam felis dui, hendrerit a auctor in, scelerisque viverra arcu. Nunc sed mi odio, non convallis lacus.</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Praesent non justo ut justo tristique sagittis. Donec in ipsum erat. Pellentesque sagittis leo eget metus congue et congue dui ultricies. Maecenas eu arcu non justo pulvinar viverra et at ligula. Maecenas at adipiscing justo. Fusce sed tellus ante. Nulla non justo at metus pellentesque dictum? Nunc a nibh vitae neque molestie semper.</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Sed eu dolor turpis, pellentesque dignissim orci. Aliquam neque lacus, feugiat id tempus ut, mattis sed ipsum. Mauris lectus quam, aliquet interdum pulvinar et, mattis hendrerit lacus. Nullam fringilla ipsum scelerisque nunc blandit commodo.</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Morbi diam nibh, suscipit et fringilla ac, venenatis eu tellus. Morbi eros enim, feugiat ut tristique at, commodo non diam. Curabitur fermentum consequat odio eget viverra. Maecenas pulvinar dolor a turpis lacinia consectetur. Nullam a faucibus quam. Curabitur malesuada interdum ipsum sed sodales. Fusce in euismod magna.</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Proin ultrices bibendum ullamcorper! Suspendisse justo felis, hendrerit quis faucibus non, eleifend et quam. Aliquam non risus quam. Etiam ut lorem sit amet purus consequat tempus vitae in eros. Fusce vitae orci id enim lobortis mollis a non massa. In vitae nibh et turpis consequat vestibulum et quis nisl. Maecenas interdum pellentesque tellus vitae porttitor.</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Donec luctus, lorem sit amet porta lacinia, tortor odio interdum lacus, non tincidunt tellus nibh vitae urna. Morbi at massa id justo dapibus malesuada quis ac sem. Nullam blandit vulputate tincidunt. Pellentesque urna augue, tincidunt ut fringilla molestie, vulputate a lacus. Sed in sapien ac ligula feugiat blandit.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/upgrading-mentor-februari-2011.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

