<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KSAI Al Uswah &#187; Dunia Islam</title>
	<atom:link href="http://www.ksai-aluswah.org/category/dunia-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ksai-aluswah.org</link>
	<description>Beramal Ilmiah, Berilmu Amaliyah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jun 2011 04:03:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Sukses Ala Islam, Mau ?</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/sukses-ala-islam-mau.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/sukses-ala-islam-mau.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 03:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah petuah klasik, syarat sukses itu ada dua yaitu berusaha dan berdoa. Usaha yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx } -->Ada sebuah petuah klasik, syarat sukses itu ada dua yaitu berusaha dan berdoa. Usaha yang bagaimana? Doa seperti apa? InsyaALLOH akan dibahas pada kesempatan kali ini.</p>
<p>Dimulai dari usaha, usaha didefinisikan sebagai perkalian antara gaya (F) dan perpindahan (s) yang diakibatkannya (lho?), bingung? Sama!! Hehe <img src='http://www.ksai-aluswah.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Definisi tersebut bisa diartikan juga sebagai aksi yang kita lakukan sepanjang hidup ini untuk meraih berbagai tujuan. Seseorang yang melakukan suatu usaha pastilah memiliki motivasi tersendiri, dan motivasi timbul karena seseorang telah memiliki tujuan. Jadi, tentukanlah tujuan yang ingin Anda capai. Sebenarnya sejak dari TK kita sudah dididik untuk memiliki tujuan untuk diperjuangkan dengan sungguh sungguh. Sewaktu TK dahulu tentu kita pernah diminta menuliskan atau mengungkapkan cita &#8211; cita yang ingin kita capai.<br />
&#8220;Anak-anak apa cita-cita kalian?&#8221; tanya seorang guru TK.<br />
&#8220;Dokter, bu.&#8221; jawab salah satu murid dengan semangat, &#8220;kalau saya ingin jadi polisi, bu.&#8221; sahut murid yang lain.<br />
Meskipun cita-cita dapat berubah seiring berjalannya waktu, namun kita telah mendapat substansi dari ajaran para guru TK tersebut, yakni tentukanlah tujuan (cita-cita), baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, yang ingin diperjuangkan karena tujuan akan memberikan motivasi yang sangat besar demi tercapainya tujuan itu sendiri.</p>
<p>Sebagai manusia yang telah akhil balig tentulah kita dapat memutuskan tujuan apa yang ingin kita capai dan dapat menentukan skala prioritas dalam melakukan tindakan yang berkaitan dengan usaha usaha pencapaian tujuan, contohnya keta menolak ajakan teman untuk menonton film terbaru di bioskop karena tahu kalau besok ada ulangan trigonometri Bu Kartini, dan karena kita ingin belajar supaya dapat nilai yang memuaskan. Skla priorita juga sangat penting untuk mengoptimalkan waktu, sehingga kita dapat bertindak secara efektif dan efisien.</p>
<p>Dari Ibnu Umar RA, &#8220;Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari jangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/sukses-ala-islam-mau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetap Semangat</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/tetap-semangat.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/tetap-semangat.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 03:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[cozy]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[“Gimana kabarnya sekarang? Ketrima di universitas mana, bro?” Mata Ikhsan mengerling pada teman di sampingnya....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Gimana kabarnya sekarang? Ketrima di universitas mana, bro?” Mata Ikhsan mengerling pada teman di sampingnya.<br />
Furqon mendadak lesu, sorot matanya nyaris kosong. “Belum ketrima, San.. Mungkin bukan takdirnya aku berada di sana…” helaan napasnya terdengar berat. Sesaat Ikhsan menjadi menyesal telah bertanya.</p></blockquote>
<p style="text-align: left;">Rasanya, beribu kali kita selalu mengatakan mungkin bukan takdir kita untuk begini/begitu setiap kali kekalahan, kegagalan, dan kekurangan menghampiri kita. Sadarkah, bahwa kesuksesan itu sejatinya diraih lewat perjuangan yang jauh dari yang namanya ‘mudah’? Hem… ekstrem juga kalau kesuksesan harus identik dengan kesulitan. Bukan, bukan begitu. Satu solusi yang sangat tepat adalah me-reframe sudut pandang kita terhadap berbagai hal.</p>
<p style="text-align: left;">Kalau kita menganggap hidup itu seperti game, barang tentu semua tantangan bukan menjadi beban. Semua tahu kan, bermain game tidak membutuhkan ketegangan, keragu-raguan, bahkan rasa takut untuk kalah. Lucu dong, sewaktu bermain game, nyali kita sudah ciut karena takut kalah. Yang ada, justru kita merasa sangat tertantang dan hanya ada satu kata yang memenuhi benak kepala : menang, menang, dan menang. Entah bagaimana caranya, strategi apa yang digunakan, kita harus mengalahkan lawan, dan jangan lupa dua hal yang wajib dimengerti : jujur dan sportif (hehehe… bermain game membuat kita tidak bisa bermain curang, kan?)</p>
<p style="text-align: left;">
Hidup juga harus begitu. Masalah yang datang silih berganti bukanlah beban yang serta merta harus ditanggung. Coba saja kita menghadapi segala tantangan itu dengan rileks, yakin, tanpa ada rasa takut. Isi kepala kita dengan menang!  Pasti kita bakal menjalani semuanya dengan tenang. Dan, layaknya sebuah game, kita tetap butuh strategi yang jitu agak tak terjebak dalam kesalahan yang sama. Ingat, me-reframe adalah kunci kita. Me-reframe berarti mengubah sudut pandang kita terhadap suatu hal. Masalah sulit menjadi santapan yang lezat, ejekan menjadi pengingat, nikmat kan kalau semuanya begitu? Daripada membuang-buang waktu menyesali diri, lebih baik membangun kembali semangat untuk merintis hal baru. Siapa tahu, kita lahir menjadi seseorang hebat yang orang lain tidak pernah menyangka kita akan mencapainya. Dan, ingat game tidaklah terdiri dari satu level saja, tapi berbagai level yang semakin sulit dan semakin menantang kita.<br />
Sayangnya, hidup tak sepenuhnya seperti game, kalau kalah kita bisa mengulangi berkali-kali. Sekali kaki kita menapaki medan perang kehidupan   jangan pernah sekalipun menegok ke belakang, apalagi berlari mundur. Tujuan kita hanyalah bisa dan menang, tak peduli kita berjuang hingga bedarah-darah dan bahkan mati. Yang penting, tak ada satu pun langkah mundur. Justru di situlah nikmatnya hidup. Pernahkah terbersit, bagaimana caranya kita bisa berhasil tanpa mengulang? Itulah yang harus kita selelesaikan dan setiap manusia punya cara tersendiri untuk itu.</p>
<p style="text-align: left;">Kembali, muara atas apa yang yang kita perbuat juga tak lepas dari takdir yang ditentukan oleh-Nya. Kegagalan beruntun seringkali berbuah manis, yang manisnya lebih dari sekadar madu. Hanya Dia yang tahu, mana yang terbaik untuk kita. Eits, tapi jangan pula menganggap semuanya murni dari Dia lho! Allah tidak serta merta memberi  jika usaha kita nihil, kawan-kawan. Kalau itu sampai terjadi, keajaiban namanya. Hehehe..</p>
<p style="text-align: left;">
Biarlah diri kita yang menjemput kemenangan. Karena sesungguhnya, ketika kita menghindari suatu kemungkinan buruk di suatu hari, pada saat itulah kita sedang berjalan menuju takdir kita yang lain, menuju realita yang kita citakan dan tentu dalam naungan ridha-Nya… Sebuah pohon alpukat saja perlu ‘dikunjungi’ ratusan ulat bulu yang cantik nan menakutkan, yang menyantap habis daun-daunnya. Tapi, dijamin, setelah melalui siklus itu pohon alpukat akan berbuah saaaaangat lebat.<br />
Yup, jadi, kenapa harus takut?  ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/tetap-semangat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COMING SOON !</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/coming-soon.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/coming-soon.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 07:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ksai-aluswah.org/coming-soon.html/upgrading" rel="attachment wp-att-195"><img src="http://www.ksai-aluswah.org/wp-content/uploads/2011/04/upgrading-500x347.png" alt="" title="upgrading" width="500" height="347" class="alignnone size-large wp-image-195" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/coming-soon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IMAN DAN AL- QUR’AN: CAHAYA ALLAH DI HATI ORANG BERIMAN</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/iman-dan-al-qur%e2%80%99an-cahaya-allah-di-hati-orang-beriman.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/iman-dan-al-qur%e2%80%99an-cahaya-allah-di-hati-orang-beriman.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 00:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan- akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya) yang minyaknya (saja) hampir- hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis- lapis), Allah membimbing kepada cahaya- Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan- perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em>(Annisa : 35)</p></blockquote>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;Cahaya adalah makhluk Allah yang dibutuhkan oleh kehidupan semua makhluk yang ada di alam semesta ini. Manusia dan semua makhluk hidup tidak akan bertahan hidup tanpa cahaya matahari. Keindahan apapun di dalam kehidupan ini tidak akan terlihat, kecuali setelah tersinari oleh cahaya, dan sebagai manusia, mustahil dapat beraktifitas tanpa cahaya.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;Untuk itulah, Allah menekankan pentingnya kalimat cahaya, agar semua petunjuk- petunjuk Allah akan bersinar bagaikan terangnya cahaya yang menerangi ufuk langit dan bumi. Gambaran ayat di atas menerangkan bagaimana cahaya petunjuk Allah menyinari kehidupan manusia, yang menggetarkan segenap perasaan, akal, hati, dan anggota tubuh manusia, agar menyatu dengan seluruh makhluk Allah bersama luapan cahaya Allah.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;Dengan cahaya itulah manusia akan dijamin hidup dalam kesucian, terlepas dari beban beratnya kehidupan, mampu tinggal landas manuju kepada kehidupan yang lebih tinggi, yang semuanya dihiasi dengan keindahan ukhuwah, kebahagiaan, dan ketenangan jiwa.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;Ibnu Abbas menjelaskan, “Allah adalah pemberi petunjuk kepada semua makhluk yang ada di langit dan bumi. Allahlah yang mengurus bintang- bintang, matahari, dan bulan.”  Ubay bin Ka’ab, “Itulah seorang muknin yang telah Allah jadikan iman dan Al- Qur’an dalam dadanya. Maka, Allah jadikan perumpamaan semisalnya, dengan memulai cahaya diri-Nya, kemudian menyebutkan cahaya orang yang beriman. Maka, maksud ayat di atas, perumpamaan cahaya orang yang beriman kepada Allah adalah orang yang beriman yang telah menjadikan iman dan Al- Qur’an dalam dadanya.”</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Dan begitulah perumpamaan cahaya-Nya. Kata ganti cahaya- Nya di ayat ini bisa dipahami dengan dua pemahaman, Pertama, kembali kepada Allah, yakni cahaya Allah seperti petunjuk Allah di hati orang yang beriman. Kedua, kembali kepada orang yang beriman sesuai konteks pembicaraan. Jadi, pemahamannya ialah perumpamaan cahaya orang yang beriman di dalam hatinya bagaikan Zujajah (kaca, yang jernih berkilau bagiakan bintang). Sedangkan Al-Qur’an dan syariat diumpakan dengan minyak zaitun, yang aslinya sudah berkilau dengan sendirinya tanpa unsur eksternal.</p>
<ol>
<li>Cahaya adalah seseuatu yang paling dibutuhkan oleh manusia<br />
Dan Al- Qur’an itulah sebagai cahaya Allah yang sudah seharusnya menjadi sesuatu yang dibutuhkan manusia, sebagaimana makhluk hidup apa pun akan mati tanpa cahaya. Jadi, manusia pasti akan mati tanpa Al- Quan, sebelum mati secara biologis. Karena tanpa Al- Qur’an akan menciptakan kehidupan yang gelap, menabrak kanan kiri tanpa arah yang jelas.</li>
<li>Dengan cahaya Al- Qur’an, semua tantangan hidup akan teratasi<br />
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah pribadi yang telah membuktikan peran efektif cahaya Allah ini (Al- Qur’an) dalam mengatasi tantangan kehidupan yang berat, yakni ketika berdakwah di Thaif dilempari batu oleh masyarakat. Saat itu beliau berdoa :<br />
“Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari dengannya semua kegelapan, dan akan menjadi baik di atas sinar itu seluruh urusan dunia dan akhirat.”<br />
Dan saat pulang dari Mi’raj, Rasulullah SAW ditanya oleh Aisyah, “Apakah kamu melihat Rabbmu?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia adalah cahaya, bagaimana aku bisa melihatNya.”</li>
<li>Ayat di atas merupakan perumpamaan yang aksiomatik bagi manusia<br />
Untuk itulah, Allah jelaskan kepada manusia dengan wahyu- Nya. Namun, Allah Mahatahu manusia manakah yang berhak mendapat cahaya hidayah Allah, dengan yang tidak berhak. Rasulullah SAW memberikan gambaran jenis- jenis manusia yang mendapat hidayah dengan yang tidak,</li>
</ol>
<p></p>
<p align="justify">“Hati manusia itu ada empat jenis: (1) Hati yang bersih bagaikan lampu yang bersinar terang. Inilah hati orang yang beriman yang di balik terangnya terdapat cahaya. (2) Hati yang tertutup terikat kuat oleh penutupnya. Inilah hati orang kafir. (3) Hati yang terbalik yakni hati orang yang munafik yang kondisinya mengetahui kebenaran tapi mengingkarinya. (4) Hati yang terkuak, yaitu hati yang di dalamnya ada sifat iman dan kemunafikan. Dan perumpamaan iman adalah seperti tanaman yang terus tersirami oleh air yang jernih. Sedangkan perumpamaan kemunafikan seperti borok yang terus mengeluarkan darah dan nanah; mana saja dari dua materi itu lebih dominan, maka akan mengalahkan yang tidak dominan.” (HR. Ahmad dengan isnad yang bagus)</p>
<p><em>(Dikutip dari buku 64 Bekal Hidup Wanita Muslimah, karya Abdul Azis Abdur Ra’uf, halaman 187-195, 2009, Markaz Al- Quran, Jakarta)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/iman-dan-al-qur%e2%80%99an-cahaya-allah-di-hati-orang-beriman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>wasiat rasulullah</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/wasiat-rasulullah.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/wasiat-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 03:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kunthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:</p>
<ol>
<li>Ya      Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya,      Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum,      melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.</li>
<li>Ya      Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk      suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka      tujuh tabir pemisah.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu      menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala      baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan      memberi pakaian seribu orang yang telanjang.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan      Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.</li>
<li>Ya      Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah      keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu,      maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan      suami adalah kemurkaan Allah.</li>
<li>Ya      Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan      baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta      melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan,      Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan      Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya      seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika      melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur      akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan      Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang      melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan      baginya hingga hari kiamat.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan      rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta      memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau,      dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan      Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah      memandangnya dengan pandangan penuh kasih.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan      rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit      menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni      dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.</li>
<li>Ya      Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya,      meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan      Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan      dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta      kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya      bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan      selamat.</li>
</ol>
<p>Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia<br />
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/wasiat-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mubarak Mundur, Timur Tengah &#8230;&#8230;</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/mubarak-mundur-timur-tengah-suka-cita.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/mubarak-mundur-timur-tengah-suka-cita.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 02:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[Mubarak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai Presiden Mesir tidak hanya disambut sukacita para demonstran...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>VIVAnews</strong> &#8211; Pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai  Presiden Mesir tidak hanya disambut sukacita para demonstran di Kairo  dan beberapa kota di Mesir. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah lain  juga menyambut lengsernya Mubarak dengan turun kejalan dan memasang  kembang api tanda turut bergembira.</p>
<p>Seperti dilansir dari laman <em>Associated Press</em>,  Jumat, 11 Februari 2011, di Israel, pemerintahnya mengamati dengan  seksama perkembangan di Mesir. Salah seorang mantan menteri di  pemerintahan Mesir mengatakan bahwa Mubarak telah melakukan langkah yang  benar.</p>
<p>&#8220;Warga menang. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, keputusannya  sangat benar,&#8221; ujar mantan Menteri Pertahanan Mesir, Benjamin  Ben-Eliezer, yang terkenal dekat dengan Mubarak.</p>
<p>Di Beirut, warga  memadati jalan-jalan dan memasang kembang api tanda sukacita. Di  beberapa tempat di Lebanon Selatan dan Beirut Selatan terdengar suara  tembakan ke udara, sebuah tanda kegembiraan bagi para militan Syiah.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pembawa acara <em>TV Al-Manar</em>,  Amr Nassef, yang pernah ditahan pemerintah Mesir karena diduga terlibat  jaringan militan Islam, tidak mampu menahan tangis. &#8220;Allahu Akbar!  Firaun telah mati. Apakah saya mimpi? Mudah-mudahan bukan mimpi,&#8221; ujar  Nassef.</p>
<p>Di Jalur Gaza, ribuan orang yang kebanyakan adalah  anggota Hamas turun kejalan bersukacita. Mereka menembakkan peluru ke  udara dan para wanita terlihat membagikan permen-permen di jalan.</p>
<p>&#8220;Allah memberkati Mesir. Ini adalah hari yang menggembirakan dan  Allah berkehendak semua pemimpin korup di dunia ini jatuh,&#8221; ujar salah  satu warga, Radwa Abu Ali (55).</p>
<p>Mesir bersama dengan Israel,  telah menerapkan blokade atas wilayah Gaza sejak Hamas berkuasa tahun  2007. Rakyat Mesir berharap dengan pemerintahan yang baru nantinya  blokade dapat diangkat dan memungkinkan kebutuhan warga masuk ke daerah  tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini adalah kemenangan dari seluruh rakyat dan akan  menjadi titik balik untuk masa depan di kawasan,&#8221; ujar juru bicara  Hamas, Fawzi Barhoum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/mubarak-mundur-timur-tengah-suka-cita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Silaturrahmi Dalam Kehidupan</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/nilai-silaturrahmi-dalam-kehidupan.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/nilai-silaturrahmi-dalam-kehidupan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 21:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Abdullah bin Salam berkata: ketika Nabi Saw tiba di Madinah banyak masyarakat mengerumuninya dan dikatakan:...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abdullah bin Salam berkata: ketika Nabi Saw tiba di Madinah banyak masyarakat mengerumuninya dan dikatakan: Rasulullah telah tiba, maka aku pun datang di tengah-tengah mereka untuk menatap wajahnya.</p>
<p>setelah terlihat jelas aku mengetahui bahwa wajahnya bukan wajah pembohong. kalimat yang pertama aku dengan dari ucapannya adalah: &#8220;hai sekalian manusia, sebarkanlah salam (keselamatan, kedamaian, kerukunan, do&#8217;a selamat), berikan makanan, pelihara shilaturrahim dan lakukanlah shalat pada saat manusia sedang tidur. niscaya kamu<br />
sekalian masuk surga dengan salam. (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>Banyak pelajaran yang patut kita ambil dari hadis ini, antara lain:</p>
<p>- Abdullah bin Salam semasa masih dalam akidah Yahudi berani bersikap<br />
yang berbeda meski sendirian.</p>
<p>- Orang yang mencari kebenaran tidak pernah ikut-ikutan menilai buruk terhadap seseorang tanpa fakta kendatipun golongannya sepakat menuduh buruk.</p>
<p>- Tuduhan buruk tersebut dipertahankan Yahudi hanya karena untuk membela nafsu belaka.<br />
- Setelah melaihat dengan jelas tampilan Rasulullah, abdulah bin salam menyatakan hal yang seseuai dengan apa yang dia lihat kendatipun harus menghadapi resiko yang berat.</p>
<p>- Rasulullah menyampaikan empat pesan: 3 dari keempat tersebut sangat berhubungan dengan masalah komunikasi masa.</p>
<p>- Sementara satu dari keempat berhubungan dengan komunikasi spiritual.<br />
- Hal itu memberi arti bahwa dalam kehidupan kita ini banyak perbuata yang berhubungan dengan sesama.</p>
<p>- Secara urutan juga mengandung makna: upaya penyebaran kedamaian dengan bersih hati mendoakan orang laian untuk selamat yang disampaikan dengan wajah simpatik akan membuat orang lain yang sedang mencari kebenaran akan merasa sejuk, kendatipun pada mulanya memiliki pandangan yang berbeda karena inlformasi dari pihak lain.</p>
<p>- Memberi makanan adalah salah satu cara yang sangat baik untuk mejalin komunikasi antar sesama meski hanya dengan makanan alakadanya.</p>
<p>- Shilaturrahim tidak diragukan wajib hukumnya baik yang dekat ataupun yang jauh terutama dengan saudara dan karabat. banyak orang terputus hubungan akibat terganggu oleh kepentigan sesaat.</p>
<p>- Untuk terpelihatanya ketiga poin diatas sangat penting menintih dihadapan Yang Mahasucu, berdoa untuk kepentingan bersama. Hal tidak akan terjadi tenpa kebersiah hari dari buruk sangka.</p>
<p>Semoga Allah membimbing kita untuk berbuat yang bermanfaat bagi manusia baik yang berkaitan dengan masalah yang laihir atau batin. Alangkah bahagianya orang yang mendapat nikmat kelapanga dada meski terliahat kekurangan harta dan dijauhi orang kaya, sebab Allah Yang Mahakaya memberi kecukupan baginya untuk berjuang dijalanNya.</p>
<p>Alangkah ruginya orang mendapat kehidupan serba ada namun dia lupa bahwa dia akan masuk ruang sidang di Pengadilan Yang Mahatinggi ya Allah bimbinglah kami menuju ridhoMu. berilah kami nikmat ibadah dengan khusyu&#8217;, selamatkanlah kami dari kefaqiran selain padaMu, selamatkan kami dari rasa hina selain di hadapanMu, amankanlah kami<br />
dari rasa takut salain hanya pada-Mu.</p>
<p><strong>MUNAJAT :</strong></p>
<p>Ya Allah hanya bagi-Mu segala puji, Engkaulah yang memperlihatkan kepada kami problem umat yang terus meningkat. Dengan melihat kondisi umat maka kami sadar akan pentingnya mengantarkan keluarga kami untuk menjadi pembawa risalah penerus RasulMu menjadi khaira ummatin yang mengajak manusia menuju ridhoMu.</p>
<p>Ya Allah sungguh banyak orang yang merasa sukses karena mendapat kenikmatan dunia kendatipun mereka terancam dengan kerugian di akhirat akibat mereka tundukan kepada nafsu dan lupa diri di hadapan-Mu, maka tunjukkanlah mereka kejalan yang lurus. Ya Allah banyak sekali orang yang tidak mendapat kenikmatan dunia dan jauh juga dari jalan menuju akhirat.</p>
<p>Ya Allah sungguh Engkau Mahakuasa merubah keadaan mereka. Ya Allah bimbinglah kami dalam mengisi kehidupan ini dan berilah kami kemampuan menguasai kenikmatan dunia untuk kepentingan akhirat dan mengajak orang lain sesuai perintah-Mu yang dicontohkan RasulMu.</p>
<p>Ya Allah perlihatkanlah kepada kami beratnya hisaban akhirat saat kami mendapat kenikmatan duniawi pada diri kami sendiri. Dan perlihatkanlah kepada kami kenikmatan surga yang tak terhingga saat kami melihat kenikmatan dunia pada orang lain. Tanamkanlah dalam qalbu kami keyakinan bahwa kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurau pada saat kami menderita karena menghadapi kesulitan, cemoohan, tuduhan atau penyakit dan tanamkanlah dalam qalbu kami rasa tanggung jawab<br />
pada saat menemukan penderitaan tersebut pada orang lain.</p>
<p>Ya Allah tanamkanlah dalam qalbu kami rasa tanggung jawab pada saat kami melihat kenikmatan yang Engkau curahkan pada kami sehingga kami aman dari bahaya rakus karena selalu melihat adanya hisaban yang sangat berat pada kari kemudian. Dan perlihatkanlah kepada kami bahwa kehidupan dunia yang berlimpah pada orang lain hanyalah permainan dan senda gurau yang tidak lama lagi akan punah sehingga qalbu kami selamat dari penyakit thoma&#8217; dan tidak tergiur dengan apa yang mereka<br />
terima.</p>
<p>اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه</p>
<p>Ya Allah sungguh jelas al haq itu adalah datang dari Engkau yang membawa manusia menuju ampunanMu. Dan kebatilan datang dari syaitan yang membawa manusia menuju murkaMu.</p>
<p>Ya Allah sungguh banyak para pembela hak mendapat pencemaran nama, fitnah, tuduhan dan acaman bahkan pemboikotan. Mereka itulah para nabi dan ulama yang telah Engkau janjikan surga bagi mereka. Ya Allah sungguh banyak kebatilan yang dikemas yang menarik perhatian, sehingga banyak manusia yang terjebak dan terperangkap di dalamnya tanpa mereka sadari. Ketika diantara mereka ada yang menyadari,<br />
merekapun tidak sanggup meninggalkannya karena takut menghadapi kesulitan ekonomi atau pencemaran nama yang belum pasti.</p>
<p>Ya Allah perlihatkan kepada kami al haq dengan jelas meski dituduh dan dicemari oleh para pembela kebatilan. dan berilah kami keberanian untuk mengambil yang haq meski harus menghadapi resiko yang berat dan berkepanjangan. Sungguh tiada yang berat dan susah dalam masalah yang Engkau ringankan dan mudahkan.</p>
<p>Ya Allah selamatkanlah kami dari kebatilan meski menarik dan manakjubkan bahkan diberi nama dengan nama-nama yang diambil dari alQuran. Sungguh Engkaulah satu-satunya pelindung kami dari berbagai bahaya duniawi dan bahaya hari kemudian.</p>
<p>Ya Allah jauhkanlah kami dari kebatilan dan berilah kami kesabaran untuk menghadapi berbagai fitnah dan tuduhan yang sengaja dilontar para pembela kabatilan dari sejak zaman Adam hingga akhir zaman. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/nilai-silaturrahmi-dalam-kehidupan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yakinlah! Yakinlah Kepada-Nya</title>
		<link>http://www.ksai-aluswah.org/yakinlah-yakinlah-kepada-nya.html</link>
		<comments>http://www.ksai-aluswah.org/yakinlah-yakinlah-kepada-nya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 21:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ksai-aluswah.org/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Kunci tauhid itu satu: YAKIN. YAKIN bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa terhadap apa yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Kunci tauhid itu satu: <strong>YAKIN</strong>.<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa terhadap apa yang terjadi di dunia ini<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, itu semua dikehendaki oleh Allah<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa Allah menghendaki kebaikan dan keburukan yang menimpa diri kita dengan suatu tujuan<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa dalam setiap kejadian yang menimpa kita, itulah keputusan terbaik dari-NYA setelah ikhtiar terbaik yang kita lakukan<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa doa maupun jeritan hati kita didengar oleh Allah karena DIA begitu dekat<br />
<strong> YAKIN</strong> bahwa doa adalah senjata ampuh kaum mukmin</p>
<p style="text-align: center;">Setelah mengikuti acara UI Bertauhid yang diisi oleh KH. Abdullah  Gymnastiar (Aa Gym) sebagai kontemplasi akhir tahun Masehi, yang  diadakan pada Selasa, 28 Desember 2010, di Masjid Ukhuwah Islamiyah,  Universitas Indonesia, Depok, aku menjadi semakin yakin bahwa memang  keyakinan terhadap Rabb itulah yang membuat hidup seseorang menjadi  tenang. Jika mendapatkan ujian kesulitan, bersabarlah sedangkan jika  mendapatkan ujian kenikmatan maka bersyukurlah. Ya! Memang seharusnya  dua hal itulah yang dilakukan kaum mukmin dalam menjalani roda kehidupan  ini: bersabar dan bersyukur. Apapun yang terjadi pada diri kita, semua  itu dikehendaki oleh Allah. So, jangan pernah takut menjalani hidup, ada  Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Mintalah padaNYA niscaya DIA akan  mendengarkan segala pinta.</p>
<p style="text-align: center;">Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:  ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi Dan sesungguhnya  Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah  mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui  orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2-3)</p>
<p style="text-align: center;">Sejatinya, hidup ini adalah sebuah perjalanan dari satu ujian menuju  ujian berikutnya. Entah itu berupa ujian kesulitan maupun ujian  kenikmatan. Setiap kita yang mengaku beriman tidak akan dibiarkan begitu  saja, masing-masing diri kita akan diuji sesuai kadarnya masing-masing,  bahkan Allah akan menguji di titik terlemah kita. Ujian itulah yang  akan membuktikan keimanan kita, apakah kita benar-benar beriman atau  hanya mengaku beriman padahal ternyata keimanan kita hanyalah dusta.</p>
<p style="text-align: center;">Selepas dari kajian Aa Gym ini, aku langsung mendapatkan ujian berkaitan dengan keyakinan pada Allah.</p>
<p style="text-align: center;">Di suatu siang, di sebuah auditorium FIB UI, ketika aku sedang berada  di acara yang menghadirkan mbak Asma Nadia sebagai pembicara, di  tengah-tengah asyik memperhatikan isi acara tentang dunia kepenulisan  dan perfilman, ada sms datang di layar HPku:</p>
<p style="text-align: center;"><em>”Lhin, bahan-bahan qta di lemari lab ga ada</em><em>..</em><em> cuma tertinggal benzil klorida. Semuanya udah pd dibuangin ke bak sampah..”</em></p>
<p style="text-align: center;">Segera kubalas: <em>”ya ampuunn.. itu kan ada ionic liquids yang  harganya mahal banget.. aduuuhh,, gmana ini?? Kamu tlg cari2 dulu di bak  sampahnya ya..”</em><em><br />
</em><br />
<em>”Udah aku cari-cari n obrak abrik tong sampah akhir,, tapi gak ketemu Lhin..aku udh mau pingsan niih rasanya..”</em><em><br />
</em><br />
Aku langsung teringat bahan berhargaku, bahan penelitian yang begitu  butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Ionic liquids [BMIM] PF6 yang  bernilai 3.5 juta rupiah hanya untuk 5 gram, yang harus didapatkan dari  Singapura, yang harus menunggu waktu yang lama dalam pemesanannya. Ya  Allah! Padahal penelitianku sudah usai dan tinggal menunggu sidang,  kenapa masih ada masalah dengan bahan berhargaku itu??</p>
<p style="text-align: center;">Hatiku dag dig dug dan segera aku tinggalkan auditorium FIB UI untuk  menuju gedung Departemen Kimia UI. Ya! Segera kutinggalkan acara yang  sangat menarik itu demi bahan penelitianku yang berharga. Bukan hanya  masalah harga yang selangit dari bahan penelitian itu yang membuat  hatiku dag dig dug. Ini masalah amanah yang aku emban, amanah untuk  menjaga bahan penelitianku yang sangat berharga, yang diberikan oleh  dosen pembimbingku. Tak terbayang akan kecewa dan marah besarnya sang  dosen pembimbing yang telah mendanai penelitianku jika memang ionic  liquids itu benar-benar sudah terbuang ke dalam bak sampah dan hilang  begitu saja, padahal aku masih harus menyelesaikan riset ini setelah  lulus nanti. Tak terbayang, hubungan yang selama ini sudah terjaga  keharmonisannya dengan dosen pembimbingku harus hancur berantakan ketika  mengetahui ionic liquids itu sudah dibuang ke bak sampah akhir di  gedung Kimia dan tidak bisa ditemukan atau bahkan sudah pecah dan isinya  tercampur dengan sampah-sampah. Tak terbayang jika aku harus mengganti  ionic liquids itu yang berharga 3.5 juta-an yang mungkin hanya bisa  ditutupi dengan honor mengajarku beberapa bulan lamanya.</p>
<p style="text-align: center;">Sepanjang perjalanan menuju Departemen Kimia UI, pikiranku dipenuhi  berbagai hal yang berkecamuk. Mulai dari membayangkan jika benar-benar  tidak ditemukan ionic liquids itu, bagaimana reaksi sang dosen  pembimbing ketika mengetahuinya, bagaimana aku harus mengganti dan  memesan ionic liquids itu kembali, sampai menyalahkan diriku sendiri  yang seharusnya mengembalikan segera ionic liquids itu ke dosen  pembimbingku bahkan sempat terlintas pikiran yang menyalahkan temanku  yang menghilangkan kunci lemari labku.</p>
<p style="text-align: center;">Astaghfirullahaladzim. Diri ini mencoba beristighfar berkali-kali,  membentengi semua pikiran yang berkecamuk, mencoba berusaha untuk tetap  tenang. Segera kumasukkan pikiran-pikiran positif: Lhin, semua yang  terjadi pada diri kita, itu pasti dikehendaki Allah. Kejadian seperti  inipun Allah yang kehendaki, pasti ada sesuatu yang harus kamu ambil  hikmahnya dari kejadian ini. Kalau toh pun ionic liquids itu masih  jodohmu insya Allah dia akan ketemu, kalaupun dia memang benar-benar  hilang atau pecah, ya tentunya memang itulah yang dikehendaki Allah.  Masalah uang untuk menggantinya, yakinlah Allah yang akan bukakan jalan.  Allah yang menghendaki semua ini, Allah juga yang pasti akan  menunjukkan jalan keluarnya. Masalah dengan dosen pembimbingmu, beritahu  beliau dan selesaikan urusan ini setelah sidang agar <em>mood</em>nya  baik-baik saja ketika sidang nanti dan katakan kamu yang akan  bertanggung jawab penuh untuk menggantinya dengan memesan kembali ionic  liquids itu. Tenang, tenang, yakinlah, yakinlah, yakinlah padaNYA! Semua  akan baik-baik saja..</p>
<p style="text-align: center;">Benar saja, setelah menumbuhkan pikiran-pikiran positif, diri ini pun  kembali tenang. Entah kenapa ada jeritan dalam hati ini, ada keyakinan  dalam hati: insya Allah ionic liquids itu masih ada dalam bak sampah  akhir itu dan masih baik-baik saja.. Ya Allah, temukanlah, kumohon..</p>
<p style="text-align: center;">Aku pun sampai di gedung Departemen Kimia UI dan langsung menemui  bapak yang bertugas membersihkan lab dan tentunya pula yang membuang  ionic liquidsku ke dalam bak sampah. Pak Kiri biasa kami memanggilnya.  Aku segera meminta tolong padanya untuk ditunjukkan bak sampah dimana  beliau membuang semua bahan-bahan kimia dari lab kimia; akan kumasuki  bak sampah itu, akan kukais-kais supaya ionic liquidsku ketemu dan  mungkin memang itulah ikhtiar terbaik yang harus dilakukan. Beliau pun  menunjukkan dan membantu mengorek-ngorek bak sampah tanpa harus kami  memasuki bak sampah itu, cukup mengaisnya menggunakan batang kayu yang  cukup panjang.</p>
<p style="text-align: center;">Dikais-kais beberapa lama tak juga ketemu, bahkan bau sampah pun  sudah tak tercium lagi di hidungku, mataku terus memperhatikan setiap  sampah botol-botol bahan kimia bercampur belatung yang menggeliat ke  sana kemari di atas dedaunan. Dalam pencarian itu, hatiku terus berdoa:  “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami ya Rabb.. kumohon. Jangan kau  butakan mata kami untuk tidak dapat melihatnya. Ya Allah, kumohon  temukanlah mata kami dengan botol keci coklat bertutup merah itu.. ” ,  jeritku dalam hati berulang-ulang sambil membayangkan botol kecil  berwarna coklat dengan tutup merah yang masih utuh ketika aku  menemukannya nanti.</p>
<p style="text-align: center;">Tak berapa lama kemudian, Pak Kiri berteriak: “Yang ini bukan??”<br />
”Iya Pak! <em>Bener</em> Pak! Yang itu! Yang itu! Alhamdulillah..”, sahutku.</p>
<p style="text-align: center;">Namun kami agak kesulitan untuk mengambilnya karena bak sampah cukup  tinggi juga, kira-kira seleherku. Alhamdulillah, saat itu, di sana ada  ibu-ibu pemulung. Sungguh, memang Allah lah yang mempertemukan kami di  lokasi bak sampah itu. Akhirnya kami meminta tolong padanya untuk  mengambilkan botol kecil yang kami cari ke dalam bak sampah itu. Sang  ibu pemulung yang memang sudah terbiasa di tempat seperti itu, segera  memasuki bak sampah dan mengambil botol ionic liquidsku dan  memberikannya kepada Pak Kiri, dan Pak Kiri-lah yang memberikannya  kepadaku.</p>
<p style="text-align: center;">Ketika akhirnya botol kecil itu berada dalam genggamanku..</p>
<p style="text-align: center;">”Alhamdulillah.. <em>makasih</em> ya Buuuu.. <em>makasih</em> ya Pak..”</p>
<p style="text-align: center;">Seketika itu pula ketika ucapan itu keluar dari bibirku, airmataku  tumpah dan menderas. Ingin rasanya sujud syukur saat itu juga, tapi  lokasinya tak memungkinkan. Temanku pun datang, kami berpelukan sambil  menangis; sebuah tangisan haru. Tangisan yang menunjukkan betapa tidak  berdayanya kami kecuali tanpa pertolongan dari-NYA. Laa hawla walaa  quwwata illabillah..</p>
<p style="text-align: center;">Sambil berpelukan, di lokasi bak sampah itu aku hanya bisa  membayangkan aku benar-benar sedang bersujud syukur. Dan temanku pun  akhirnya mengajakku ke gedung kimia untuk sujud syukur di sana. Aku  bergegas menuju mushalla kimia, kutundukkan diri ini, sujud ke  hadapanNYA, dan menangis sejadi-jadinya; ”Ya Allah, Engkau sungguh baik  padaku, tapi apa yang selama ini sudah kulakukan dalam ibadah-ibadahku  padaMU?? Sering aku lalai dalam mengingatmu duhai Rabb..”</p>
<p style="text-align: center;">Sungguh, kontemplasi akhir tahun yang sungguh nikmat bagiku dengan  hal seperti ini. Ya! Sepertinya Allah memang ingin menunjukkan hal ini,  menunjukkan Kuasa-NYA, dan Allah memberikan cara terbaikNYA untuk  menegurku.</p>
<p style="text-align: center;">Semoga sepenggal kisahku ini bisa diambil hikmahnya bahwa kita  bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa. Pada dasarnya kita hanyalah  manusia biasa yang tidak berkuasa sedikitpun atas kejadian yang menimpa  diri kita. Hanya Allah yang berkuasa atas segalanya maka <strong>Yakinlah!  Yakinlah padaNYA!</strong> Ketika keyakinan itu tumbuh dalam hatimu, insya Allah  hidup kita pun akan tenang. Kita takkan pernah takut seberat apapun  ujian kesulitan hidup karena kita <strong>YAKIN</strong> bahwa Allah yang memberikan  ujian kesulitan itu.. Allah pula yang akan menunjukkan jalan keluarnya.  Kita tidak akan pernah sombong sebesar apapun ujian kenikmatan karena  kita <strong>YAKIN</strong> bahwa kenikmatan yang kita dapatkan itu semata-mata hanya  dari Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ksai-aluswah.org/yakinlah-yakinlah-kepada-nya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

