“Mencetak seorang da’i yang produktif dan mampu mengemban amanah dakwah, memiliki wawasan ilmiah dengan berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan, ilmu yang mendukung potensi dan skill setiap da’i dalam berbagai segi, demi mendukung dan mewujudkan percepatan cita-cita dakwah.”
Itulah tujuan (visi) KSAI Al Uswah. Tujuan yang melatarbelakangi didirikannya organisasi ini. Maka, tarbiyah (pendidikan/pembinaan Islam) atau pembinaan adalah yang utama dan pertama.
Departemen Pembinaan KSAI Al Uswah memiliki 3 bidang, yaitu: Mentoring, KIP (Kajian Intensif Pekanan), dan PUKAT (Pengajian Untuk Kelas Tiga). Semua kegiatan ini, Alhamdulillah telah mendapat dukungan penuh dari sekolah. Sejak persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi, telah terkoordinasi dengan pihak sekolah dengan baik (administrasi, kurikulum-materi, fasilitas, tata-tertib, dsb).
Karakter yang ingin dibentuk:
- Menjalankan ibadah wajib
- Berkepribadian hanif.
- Mau mendengarkan dakwah
- Mengembangkan potensi
- Simpati terhadap problematika ummat
- Mau memperbaiki diri sendiri dan orang lain
Kompetensi yang ingin dicapai:
- Kompetensi Imani (keislaman)
- Kompetensi Ilmiy (akademik)
- Kompetensi Fanni-Jasadi (skill/ keterampilan, jasmani)
- Kompetensi Sya’bi (sosial-kemasyarakatan)
Harapannya, terwujudnya da’i-da’i yang shalih, peduli, dan cakap.
Kekhasan metode penyampaian/diskusi materi yang digunakan dalam pembinaan di KSAI Al Uswah adalah dengan kelompok belajar kecil-kecil (micro-teaching). Tiap kelompok beranggotakan 8-9 orang, dengan dipandu oleh seorang mentor. Pendampingan dilakukan rutin sepekan sekali dengan menggunakan kurikulum yang telah disiapkan jauh-jauh hari. Tak hanya sebatas materi keagamaan, diskusi juga menyangkut masalah sosial, ekonomi, budaya, politik, hubungan internasional, dan topik lain yang up to date.
Cara ini terbukti ampuh, dibandingkan metode pelajaran agama Islam di kelas-kelas pada umumnya. Sehingga materi yang disampaikan lebih efektif, dapat mem-backup pelajaran agama Islam, dan tentu saja, adanya unsur kedekatan hati di antara para peserta dengan para pembinanya. Setelah shalih, maka diharapkan bisa menyadari dan mengembangkan potensinya untuk kepedulian terhadap agama, masyarakat, dan bangsa, serta mempunyai kecakapan untuk itu.
“Dari tarbiyah kita lahir, kepada tarbiyah pula kita kembali.”


wee,, apik apik (hassle)
kangen KIP pas klas 2 je, klas 3 wis ra tau (cry)