Artikel Terkait
“Gimana kabarnya sekarang? Ketrima di universitas mana, bro?” Mata Ikhsan mengerling pada teman di sampingnya.
Furqon mendadak lesu, sorot matanya nyaris kosong. “Belum ketrima, San.. Mungkin bukan takdirnya aku berada di sana…” helaan napasnya terdengar berat. Sesaat Ikhsan menjadi menyesal telah bertanya.
Rasanya, beribu kali kita selalu mengatakan mungkin bukan takdir kita untuk begini/begitu setiap kali kekalahan, kegagalan, dan kekurangan menghampiri kita. Sadarkah, bahwa kesuksesan itu sejatinya diraih lewat perjuangan yang jauh dari yang namanya ‘mudah’? Hem… ekstrem juga kalau kesuksesan harus identik dengan kesulitan. Bukan, bukan begitu. Satu solusi yang sangat tepat adalah me-reframe sudut pandang kita terhadap berbagai hal.
Kalau kita menganggap hidup itu seperti game, barang tentu semua tantangan bukan menjadi beban. Semua tahu kan, bermain game tidak membutuhkan ketegangan, keragu-raguan, bahkan rasa takut untuk kalah. Lucu dong, sewaktu bermain game, nyali kita sudah ciut karena takut kalah. Yang ada, justru kita merasa sangat tertantang dan hanya ada satu kata yang memenuhi benak kepala : menang, menang, dan menang. Entah bagaimana caranya, strategi apa yang digunakan, kita harus mengalahkan lawan, dan jangan lupa dua hal yang wajib dimengerti : jujur dan sportif (hehehe… bermain game membuat kita tidak bisa bermain curang, kan?)
Hidup juga harus begitu. Masalah yang datang silih berganti bukanlah beban yang serta merta harus ditanggung. Coba saja kita menghadapi segala tantangan itu dengan rileks, yakin, tanpa ada rasa takut. Isi kepala kita dengan menang! Pasti kita bakal menjalani semuanya dengan tenang. Dan, layaknya sebuah game, kita tetap butuh strategi yang jitu agak tak terjebak dalam kesalahan yang sama. Ingat, me-reframe adalah kunci kita. Me-reframe berarti mengubah sudut pandang kita terhadap suatu hal. Masalah sulit menjadi santapan yang lezat, ejekan menjadi pengingat, nikmat kan kalau semuanya begitu? Daripada membuang-buang waktu menyesali diri, lebih baik membangun kembali semangat untuk merintis hal baru. Siapa tahu, kita lahir menjadi seseorang hebat yang orang lain tidak pernah menyangka kita akan mencapainya. Dan, ingat game tidaklah terdiri dari satu level saja, tapi berbagai level yang semakin sulit dan semakin menantang kita.
Sayangnya, hidup tak sepenuhnya seperti game, kalau kalah kita bisa mengulangi berkali-kali. Sekali kaki kita menapaki medan perang kehidupan jangan pernah sekalipun menegok ke belakang, apalagi berlari mundur. Tujuan kita hanyalah bisa dan menang, tak peduli kita berjuang hingga bedarah-darah dan bahkan mati. Yang penting, tak ada satu pun langkah mundur. Justru di situlah nikmatnya hidup. Pernahkah terbersit, bagaimana caranya kita bisa berhasil tanpa mengulang? Itulah yang harus kita selelesaikan dan setiap manusia punya cara tersendiri untuk itu.
Kembali, muara atas apa yang yang kita perbuat juga tak lepas dari takdir yang ditentukan oleh-Nya. Kegagalan beruntun seringkali berbuah manis, yang manisnya lebih dari sekadar madu. Hanya Dia yang tahu, mana yang terbaik untuk kita. Eits, tapi jangan pula menganggap semuanya murni dari Dia lho! Allah tidak serta merta memberi jika usaha kita nihil, kawan-kawan. Kalau itu sampai terjadi, keajaiban namanya. Hehehe..
Biarlah diri kita yang menjemput kemenangan. Karena sesungguhnya, ketika kita menghindari suatu kemungkinan buruk di suatu hari, pada saat itulah kita sedang berjalan menuju takdir kita yang lain, menuju realita yang kita citakan dan tentu dalam naungan ridha-Nya… Sebuah pohon alpukat saja perlu ‘dikunjungi’ ratusan ulat bulu yang cantik nan menakutkan, yang menyantap habis daun-daunnya. Tapi, dijamin, setelah melalui siklus itu pohon alpukat akan berbuah saaaaangat lebat.
Yup, jadi, kenapa harus takut? ^_^








